Tag

, , ,

Prompt 62

Sumber Gambar

Ku pandangi lonceng kecil yang kini ada di tanganku, dengan gerakan perlahan aku menggoyang-goyangkannya.

Ahh senang sekali mendengar bunyi lonceng yang berdentang, aku tersigap dengan tiba-tiba.

“Dasar bodoh, kenapa aku bunyikan loncengnya, dia pasti mendengarnya.” aku segera bangkit dan langsung berlari menuju loteng, berharap dia tak menemukanku.

“Tempat ini pasti aman.” batinku sambil meletakkan lonceng emas itu disebelah kardus besar yang berada di pojokan loteng.

Sambil mengendap-endap aku turun dari loteng, berusaha tak menimbulkan suara gaduh.

Astaga… dia ada di sana, di samping tangga. Ia menatapku lurus dengan mata hijaunya. Oh, tidak! Apa yang sudah kulakukan? Jantungku serasa berhenti berdetak, aku sangat ketakutan, mungkin sebentar lagi aku akan mati.

“Gedebuk…” suara sapu yang biasa dia gunakan untuk menyapu halaman itu sudah hampir mengenai kepalaku. Aku berusaha lari sekencang-kencangnya mencari aman.

“Nanti akan ku curi lagi waktu manusia itu tertidur.” Ucapku seraya membayangkan lonceng emas yang tergantung di meja rias rumah itu.

Tulisan ini ditulis untuk Monday Flash Fiction Prompt #63: Si Mata Hijau

Iklan