Tag

, , , ,

Prince of persia

Satu persatu ku hancurkan kota-kota itu.

Mataku yang buas masih mencari dengan seksama, dimana gedung-gedung tinggi menjulang yang belum rata dengan tanah. Aku semakin garang seperti orang kesetanan.

Semakin ku bantai, jiwaku seakan semakin haus dan lapar. Sepertinya semua sifat beringas ayah kini telah  menurun padaku, darahku kental akan perintahnya untuk menghabisi semua yang ada, karena dengan begitu aku akan meraih kemenangan.

Aku tak akan menyudahi aksi genosida ini sebelum ada pemberitahuan bahwa waktuku telah usai.

“Jeglek”  tiba-tiba aliran listrik di kontrakanku mati.

“Ah sial, padahal bentar lagi naik level” umpatku kesal sambil melemparkan stik playstation yang tadi ku mainkan.

Cerita ini diikutsertakan dalam #FF100Kata

Gambar nyomor dari Sini

Iklan