Tag

, , , ,

virus-flu-burung

Aku menangis meraung-raung, tak perduli dengan semua mata yang memandang.

Pedih hatiku, rasanya fitnah itu terlalu keji. Mengapa mereka tega memfitnah kami  sebagai penyebar virus mematikan itu.

Ini bukan kali pertama mereka menuduh kami, kesabaranku sudah habis dan tidak ada toleransi untuk mereka lagi.

Aku bergegas pergi ke suatu tempat, dimana banyak orang-orang berkumpul. Lalu  aku mencari tempat paling strategis dan aman.

“Sampai kapanpun aku tak terima jika manusia menuduh kami sebagai penebar virus H5N1” hatiku terasa mendidih dan terbakar.

“Rasakan ini” aku tertawa puas di atas kabel listrik sambil mengeluarkan semua isi perutku dari lubang belakang dekat kakiku untuk mentuntaskan dendamku.

Cerita ini diikutsertakan dalam #FF100Kata

Gambar nyomot Disini

Iklan