Tag

, , , ,

Ampas kopi

Aku benci dengan cermin, lebih tepatnya aku benci melihat bayanganku dicermin. Wajah bulat, tubuh gendut dan rambut keriting.

“Percaya diri dan bersyukur atas apa yang kamu miliki sayang, jangan minder”

“Aku bosen dengar nasihat mama, mama tuh nggak ngerti” lalu kubanting pintu dan pergi meninggalkan mama.

Ku lirik bungkusan kain merah di atas meja.

“Jangan dibuka sebelum tengah malam, ini bukan susuk sembarangan” terlintas kata-kata dukun tua yang kudatangi kemarin malam

Hatiku masih ragu untuk membukanya, tapi demi hidupku yang sebentar lagi akan berubah aku memberanikan diri membukanya.

“Sialan, aku ditipu” kataku sambil memandangi ampas kopi dalam bungkusan kain itu.

Cerita ini diikutsertakan dalam   #FF100Kata

Gambar nyomot Disini

Iklan