Tag

, , ,

ibu dan anak

“Betul kan ma ? “ tanya si bungsu yang membangunkanku dari lamunan

“Salah adek, nggak gitu cara ngitungnya,“ jawabku yang sudah agak kesal “angka satunya bukan dijejer tapi ditambah.” Suaraku agak mengeras

Berkali-kali aku mengajari hitung-menghitung pada si bungsu, dan selalu saja jika ada pertanyaan satu ditambah satu dijawabnya sebelas, bukan dua.

Si bungsu memang berbeda dari kedua kakaknya, jika kak izar menyukai pelajaran musik dan kak zawa menyukai pelajaran seni, si bungsu malah menyukai yang berhubungan dengan angka dan huruf, bahkan wajah dan sifat merekapun sangat berbeda sekali, si bungsu jelas berbeda …

“Dia lahir bukan dari rahimku.” Bisikku dalam hati

Cerita di atas diikutsertakan dalam #FF100Kata

Iklan